Ekonomi

Banyaknya Tenaga Kerja China di Indonesia: Bentuk Kerjasama Indonesia-China.

Belakangan ini sedang maraknya berita tentang tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, khususnya tenaga Kerja dari China. Berawal dari Pidato Presiden Jokowi di KTT APEC 2014 lalu di Beijing yang mendapat sambutan baik dari negara-negara tetangga khususnya China yang langsung menyiapkan investasi besar-besaran di Indonesia.

Maka Presiden Jokowi-pun kembali berkunjung ke Beijing pada Maret lalu untuk menanda-tangani Nota Kesepahaman sebanyak 8 Nota. Beberapa di antaranya yaitu Pembangunan tol laut dan kereta cepat, yang kemudian akan mendatangkan sebagian besar warganya untuk bekerja di Indonesia. Pernyataan tersebut dinyatakan Wakil Perdana Menteri China pada kata sambutannya di Auditorium Fisip UI Mei 2015 lalu.

Dan saat ini diperkirakan hampir sekitar satu juta dalam setahun ini tenaga kerja china yang berada di Indonesia yang rata-rata bekerja sebagai buruh yang sanggup bekerja keras dan dibayar murah pada proyek-proyek kerjasama Indonesia-China. Beberapanya tidak mempunyai legal permit sebagai pekerja (hanya menggunakan visa turis).

Kemudian muncul beberapa isu-isu yang  menjadi kekhawatiran bangsa untuk kedepannya, yaitu misalnya dengan datangnya tenaga kerja dari cina yang terus-menerus diperkirakan tidak semua akan kembali ke negaranya dan bisa menjadi konflik antar penduduk cina dan pribumi, dimana semakin lama jumlah pendudk cina menyaingi jumlah penduduk pribumi.

Kemudian China yang berinvestasi sebesar 520 triliun di Indonesia, Indoesia berhutang pada China dalam bentuk Investasi China pada pembangunan sarana dan prasarana yang nantinya akan menjadi lintah darat yang siap menghisap darah Indonesia dan beberapa isu lainnya.

Pekerja asing inipun juga meresahkan pribumi karna sering buang air sembarangan dan lain-lain yang tidak seuai dengan norma-norma yang ada di Indonesia.

Dengan keterlanjuran yang sudah terjadi, yang dapat kita lakukan sebagai Warga Negara Indonesia yang baik adalah terus belajar agar tidak kalah dalam persaingan global yang nantinya semakin meruncing, agar kita yang sudah berada di tebing jurang dapat kembali hidup ditengah kenyamanan dan kemerdekaan yang sesungguhnya, karna negara-negara lain selalu ada cara untuk menjajah negeri yang kaya ini. Walaupun dengan strategi klasik seperti China yang ingin menundukkan Indonesia dengan menawarkan kemewahan dan kemegahan agar kita lupa apa tujuan mereka sebenarnya.

Sumber : kompasiana, siagaindonesia, liputan6, kompas. Hendrajit (GFI).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s