Ekonomi

Prinsip-Prinsip Ekonomi

Kata Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yang artinya seseorang yang mengatur rumah tangga. Seperti halnya rumah tangga, suatu masyarakat juga harus mengambil banyak keputusan, contohnya pekerjaan apa yang harus dilakukan dan siapa yang melakukan. Suatu masyarakat membutuhkan orang-orang yang menghasilkan makanan, membuat pakaian dan membuat desain program komputer. Setelah masyarakat mengalokasikan tenaga kerjanya untuk melakukan berbagai pekerjaan maka mereka harus mengalokasikan pula hasil produksi dari barang dan jasa yang telah dihasilkan. Selain itu keputusan lain yang harus ditentukan juga adalah siapa yang akan menikmati caviar, siapa yang akan makan kentang, dan siapa yang akan mengendarai ferrari, serta siapa yang harus pergi dan menaiki bus.

Ekonomi bukanlah hal yang misterius. Ekonomi adalah sekumpulan orang yang berinteraksi satu dengan yang lain dalam perjalanan hidup mereka. Ekonomi mempunyai  sepuluh prinsip, kesepuluh Prinsip Ekonomi tersebut akan kita bagi menjadi tiga bagian yaitu, Bagaimana masyarakat mengambil keputusan, Bagaimana orang berinteraksi, dan bagaimana perekonomian secara utuh bekerja.

Karena perilaku suatu ekonomi mencerminkan perilaku para individu pelakunya maka kita awali dengan empat prinsip pengambil keputusan secara individu. Mari kita simak prinsip ekonomi sebagai berikut.

BAGAIMANA MASYARAKAT MENGAMBIL KEPUTUSAN

  1. Orang menghadapi masalah Tradeoff

“Tidak ada yang gratis di dunia ini (there’s no such things as free lunch)”. Untuk memperoleh sesuatu yang kita suka, kita biasanya harus menyerahkan hal lain yang juga kita suka. Membuat keputusan menyebabkan tradeoff (pertukaran kepentingan), yaitu merelakan satu hal untuk hal yang lain.

Ketika seseorang kemudian masuk ke dalam suatu tatanan masyarakat, mereka akan menghadapi berbagai jenis tradeoff. Contoh klasik tradeoff adalah “senjata dan mentega”. Semakin banyak belanja negara untuk persenjataan demi melindungi negara, maka makin sedikit uang yang tersedia untuk membeli barang konsumsi (mentega) guna meningkatkan standar hidup penduduk negara itu.

Pemahaman akan adanya masalah tradeoff tidak serta merta menunjukan kepada kita keputusan apa yang akan atau seharusnya diambil, namun demikian memahami tradeoff penting karena orang cenderung akan mengambil keputusan yang baik jika mereka mengerti pilihan-pilihan yang tersedia.

  1. Biaya Adalah Apa yang Harus Dikorbankan untuk Memperoleh Sesuatu.

Karena adanya tradeoff, dalam mengambil keputusan, kita diminta untuk membandingkan biaya dan manfaat dari suatu tindakan. Namun dalam banyak kasus, biaya suatu tindakan tidak selalu terlihat jelas sejak awal.Biaya kesempatan (opportunity cost) dari sesuatu adalah apa yang dikorbankan untuk memperoleh sesuatu itu. Dalam mengambil keputusan, seperti memutuskan untuk kuliah atau tidak, kita juga harus memahami biaya kesempatan yang muncul dari setiap kemungkinan tindakan.

  1. Orang yang Rasional Berpikir dengan Konsep Marginal

Dalam banyak situasi, orang membuat keputusan dengan berpikir secara margin. Sebagai contoh, Anda sudah memiliki gelar dan saat ini sedang mempertimbangkan untuk menempuh studi selama satu tahun atau dua tahun lagi. Untuk memutuskan hal ini, anda harus mengetahui tambahan keuntungan yang akan diperoleh dari satu tahun lagi di sekolah (gaji yang lebih tinggi dan belajar lebih banyak ilmu) dan juga biaya yang muncul (uang sekolah dan pendapatan yang hilang karena tidak bekerja selama sekolah). Dengan membandingkan keuntungan marginal dan biaya marginal, anda dapat memutuskan apakah satu tahun lagi bersekolah merupakan keputusan yang tepat.

Dari contoh tersebut, orang dan perusahaan dapat mngambil keputusan secara lebih baik dengan berpikir menggunakan konsep margin. Seorang yang rasional akan memilih tindakan hanya dan jika hanya keuntungan marginal tindakan tersebut melebihi biaya marginalnya.

  1. Orang Memberikan Reaksi Terhadap Insentif.

Karena orang memutuskan sesuatu dengan membandingkan keuntungan dan biaya, perilaku mereka mungkin berubah ketika biaya atau keuntungan juga berubah. Artinya orang menanggapi adanya insentif. Ketika harga sebutir apel naik, misalnya orang memutuskan makan buah pir lebih banyak dan mengurangi makan apel karena biaya membeli apel lebih tinggi. Pada saat yang sama, petani apel akan merekrut lebih banyak pekerja dan memanen apel lebih banyak karena keuntungan penjualan apel juga meningkat. Seperti nanti akan terlihat, dampak  harga terhadap perilaku pembeli dan penjual di pasar, dalam hal ini, sangat penting untuk memahami bagaimana ekonomi bekerja.

Ketika menganalisis suatu kebijakan, kita harus mempertimbangkan, tidak hanya akibat langsung, tetapi juga akibat tidak langsung dan kebijakan terhadap insentif. Jika kebijakan mengubah insentif maka perilaku orang akan berubah.

BAGAIMANA ORANG BERINTERAKSI

Dalam hidup, banyak keputusan yang kita buat juga memengaruhi orang lain, tiga prinsip berikut berkaitan dengan bagaimana orang berinteraksi dengan orang lain.

  1. Perdagangan Menguntungkan semua pihak

Anda mungkin sudah pernah mendengar berita bahwa Jepang adalah pesaing amerika dalam ekonomi dunia. Hal ini benar untuk beberapa hal karena perusahaan Jepang dan Amerika memproduksi barang yang sama. Ford dan Toyota bersaing satu sama lain untuk memperebutkan konsumen. Namun kita mudah terjebak dengan pemahaman yang kelirudalam menganalisis persaingan antarnegara. Perdagangan antara Amerika dan Jepang tidak sama dengan sebuah pertandingan olahraga dimana ada yang kalah dan menang. Kenyataan justru sebaliknya.

Negara, seperti juga keluarga, memperoleh keuntungan melalui perdagangan dengan negara lain. Perdagangan memungkinkan suatu negara untuk berspesialisasi, melakukan yang terbaik yang dapat dilakukan oleh negara itu dan untuk menikmati berbagai macam barang dan jasa.

  1. Pasar Biasanya Adalah Tempat yang Baik untuk Mengatur Kegiatan Ekonomi.

Saat ini, kebanyakan negara yang dahulunya memakai cara perencanaan terpusat telah meninggaalkan sistem ini dan mencoba membangun perekonomian pasar. Dalam sebuah perekonomian pasar (market economy), keputusan seorang perencana di pusat digantikan oleh jutaan rumah tangga dan perusahaan.Perusahaan yang memutuskan siapa yang akan direkrut sebagai pekerja dan produk apa yang akan dibuat. Rumah tangga memutuskan perusahaan mana yang akan dipilih sebagai tempat kerja dan apa yang akan dibeli dari penghasilan mereka. Semua perusahaan dan rumah tangga berinteraksi di pasar, dimana harga dan keinginan pribadi mengarahkan keputusan mereka.

  1. Pemerintah Terkadang Mampu Memperbaiki Hasil Akhir Mekanisme Pasar

Walaupun pasar biasanya tempat yang baik untuk mengatur kegiatan ekonomi, aturan ini mempunyai beberapa pengecualian. Ada dua alasan utama mengapa pemerintah campur tangan dalam perekonomian-untuk mendukung efisiensi dan mendukung pemerataan. Artinya kebijakan diarahkan untuk memperbesar kue ekonomi atau mengubah cara pembagian kue tersebut.

Apabila dikatakan bahwa pemerintah dapat memperbaiki hasil akhir mekanisme pasar maka tidak berarti pemerintah akan selalu melakukannya. Kebijakan publik tidak dibuat oleh malaikat, tetapi oleh proses politik yang jauh dari sempurna. Salah satu tujuan belajar ekonomi adalah membantu anda untuk menilai kapan suatu kebijakan pemerintah mendukung efisiensi dan pemerataan. Sebaliknya, kapan tidak.

BAGAIMANA PERKONOMIAN SECARA UTUH BEKERJA

8.Standar Hidup Suatu Negara Bergantung Pada Kemampuannya Menghasilkan Barang dan Jasa

Untuk meningkatkan standar hidup, para pembuat kebijakan harus meningkatkan produktvitas dengan menjamin para pekerja memperoleh pendidikan yang baikm memiliki peralatan yang bagus untuk berproduksi dan memiliki akses terhadap tekhnologi yang terbaik.

  1. Harga-harga Naik Ketika Pemerintah Mencetak Uang Terlalu Banyak

Apakah penyebab inflasi? Dalam banyak kasus, inflasi yang tinggi dan terus-menerus berakar pada permasalahan yang sama, yakni pertumbuhan jumlah uang yang beredar. Ketika pemerintah mencetak banyak uang, nilai uang akan turun.

  1. Masyarakat Menghadapi Banyak Masalah Tradeoff antara Inflasi dan Pengangguran

Kurva yang menggambarkan tradeoff  jangka pendek antara inflasi dan pengangguran disebut dengan kurva philips (Philips curve)

Tradeoff antara inflasi dan pengangguran hanyalah sementara, namun baru akan berakhir setelah beberapa tahun. Kurva philips, dengan demikian, menjadi pentinguntuk memahami siklus bisnis yaitu naik turunnya aktivitas ekonomi secara tidak beraturan yang diukur dari berapa banyak orang yang bekerja atau berapa jumlah produksi barang dan jasa.

Sumber; Principles of Economics an Asian Edition Vol. 1, (Mankiw, Quah, Wilson)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s