Beropini

Berputar berpikir dan kemudian bungkam

Entah sejak kapan media massa berpengaruh ke kejiwaan pembacanya sampai se-signifikan ini.

Belakangan santer terdengar permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan unsur-unsur Sara. Dibonceng oleh satu media yang kemudian menularkannya kepada media-media lain.

Di dalam kamar saya yang trapesium ini, seringkali saya termenung sambil mendengarkan pikiran dan hati saya yang berkecamuk, membayangkan kemungkinan-kemungkinan, penyebab-penyebab dan akibat-akibat dari apa yang sudah terjadi. Kemudian mencoba berbagi pikiran dengan teman-teman di sosial media dari sudut pandang saya.

Tetapi terkadang setelah saya ungkapkan apa yang berkecamuk di pikiran saya itu, saya bisa menyesal begitu saja. Terkadang terasa begitu naif untuk saya, terkadang terasa saya merasa saya seperti berpihak dan terdengar seperti orang yang kurang mendengar dan membaca, dan akhirnya memilih untuk bungkam saja dengan opini-opini yang lalu lalang di pikiran saya, saya memilih untuk tidak ikut bersuara di sosial media, seperti takut terdengar seolah saya golongan kiri atau kanan, bahkan untuk jadi tengah saja lebih baik tidak.

Saya yakini, tidak hanya saya yang merasakan ini. Ketika ingin sekali bersuara walau hanya untuk meluruskan, tetapi memilih untuk bungkam agar tidak memperkeruh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s